Siapa yang tidak kenal dengan sosok legenda yang selalu digambarkan sebagai kakek dengan tubuh tambun dan jenggot seputih salju, berpakaian merah, dan dengan kereta saljunya yang memberikan hadiah anak-anak di malam Natal? Pasti semua sudah mengenalnya, bukan? Namun, siapakah sebenarnya St. Claus ini? Mari kita tilik, siapa sebenarnya sosok St. Claus ini ....
Siapakah St. Nicholas?
Kisah St. Claus dimulai dari pria bernama Nicholas. Nicholas lahir pada abad III di Desa Patara. Patara wilayah Yunani, daerah itu masuk dalam teritorial Turki. Nicholas dibesarkan dalam keluarga yang berada dan pengikut Kristus. Ketika ada epidemik di desa tersebut, orang tua Nicholas tertular dan meninggal saat Nicholas kecil. Teringat akan ajaran Yesus, “Juallah yang kamu miliki dan berikan kepada mereka yang membutuhkan.” membuat Nicholas menggunakan kekayaan yang ia miliki untuk membantu mereka yang membutuhkan, sakit, dan menderita.
Dia memberikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan pada umur yang masih terbilang muda, Nicholas diangkat menjadi uskup di Myra.
Pemilihan Nicholas menjadi uskup menggunakan cara yang unik. Sepeninggal uskup lama, para uskup berkumpul memilih uskup untuk daerah Myra.
Saat hening untuk menentukan siapa yang akan menjadi uskup, Kardinal mendengar suara pada malam hari yang memintanya untuk melihat ke arah pintu gereja pada esok hari. Suara itu mengatakan pria yang masuk ke gereja bernama “Nicholas” dialah yang akan ditunjuk menjadi uskup Myra.
Dan, benarlah yang dikemukakan suara itu. Pagi itu, masuklah pria, dan ketika ditanya namanya, pria itu menjawab, “Saya Nicholas.” maka Kardinal tersebut berbicara kepadanya, “Nicholas, hamba Allah, karena kearifanmu, kamu diangkat menjadi uskup daerah ini.” dan ia dibawa ke gereja kemudian disahkan sebagai uskup Myra.
Di bawah kekuasaan Kaisar Romawi, pengikut Kristus mendapat tekanan dan siksaan. Termasuk Uskup Nicholas yang mendapat tekanan karena imannya. Ia menderita, dipenjara, dan diasingkan. Uskup Nicholas meninggal pada 6 Desember 343 di Myra.
Uskup Menjadi Legenda?
Kisah St. Nicholas menjadi legenda dengan sebutan St. Claus. Namun, yang mempopulerkan cerita soal St. Claus ini adalah gadis yang ingin menikah, tetapi ayah mereka tidak memiliki uang untuk dowry. Pada zaman itu, menikahkan anak gadis, pihak ayah dari mempelai wanita harus memberikan uang kepada calon menantunya atau disebut dowry.
Saat malam, mereka menggantungkan stocking mereka di depan perapian dengan bermaksud mengeringkannya. Lalu St. Nicholas lewat. Ia mendengar cerita mengenai gadis ini, dan dengan sembunyi-sembunyi, St. Nicholas meletakkan kepingan emas yang banyak ke dalam stocking itu agar gadis ini dapat menikah.
Dari sini muncul kisah sosok lelaki yang memberi hadiah pada malam hari secara diam-diam. Namun aksi memberi hadiah pada hari Natal diawali pada abad 14.
Abad 14, Awal Memberi Hadiah pada Masa Natal.
Biarawati dari Perancis mengenang wafatnya St. Nicholas dengan meletakkan makanan di depan pintu keluarga miskin. Kebiasaan memberi ini dihubungkan dengan perayaan Natal tersebut sehingga St. Nicholas menjadi mitos Father of Christmas. Tradisi ini menjadi popular di Jerman dan Belanda.
St. Nicholas meninggal di Myra, namun pada abad 11, jenazahnya dipindahkan ke Italia oleh serdadu Italia dan mereka mendirikan gereja untuk menghormatinya. Peziarah pun datang dari penjuru dunia untuk mengunjungi gereja ini dan dari sana cerita mengenai St. Nicholas menyebar ke seluruh dunia.
Nama St. Claus itu berasal dari sebutan akrab St. Nicholas yang dalam Bahasa Belanda disebut St. Klaas, kependekan dari St. Nikolaas一Bahasa Belanda untuk St. Nicholas. Lalu sekitar tahun 1500, penjelajah dunia dari Eropa mencari dunia baru dan menemukan Amerika.
Bersamanya, mereka membawa budaya dan tradisi mereka; peringatan St. Nicholas.
Revolusi Amerika pada tahun 1804, John Pintard, patriot dan pendiri New York Historical Society memproklamirkan St. Nicholas sebagai panutan untuk masyarakat New York.
Dan, Januari 1809, Washington Irving一seorang pengarang一menggambarkan figure St. Nicholas untuk di Amerika. Namun penggambaran rupa St. Claus yang populer sampai saat ini sebagai sosok yang gemuk, memiliki jenggot seputih salju dan berpakaian merah berbulu, digambar oleh seniman Alexander Anderson pada 6 Desember 1810.
Memang merupakan perjalanan yang panjang dari abad III, uskup di Myra yang memperlihatkan kesetiaannya menjadi pengikut Kristus dengan cinta kasih dan kedermawanannya dan menjadi sosok legenda dunia yang dikenal dengan St. Claus.
Namun di balik kemeriahan perayaan Natal, Anda harus mengetahui bahwa St. Claus atau St. Nicholas, adalah manusia, uskup dari Myra yang memberikan panutan menjadi pengikut Kristus sejati dan melakukan ajaran cinta kasihNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar