Laman

Tampilkan postingan dengan label Hurt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hurt. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juli 2017

Corpus Alienum Telinga Kemasukan Benda Asing (Serangga) part II

Anatomy of the Ear
Akhirnya setelah penantian yang panjang sepanjang jalur kereta api dari Sabang sampai Merauke, dengan waktu penantian yang kurang lebih menginjak tiga minggu, gue bisa bangun tidur dengan semangat masa muda a la Maito Guy-sensei. Harusnya hari itu kalian ngeliat muka kelewat absurd nan beler gue yang bersinar-sinar kaya' senyum sejuta watt-nya Naruto, juga aliran sungai kering berbau agak-agak aneh yang terbentuk di sudut bibir gue.

Dengan masalah yang masih bertengger di dalam telinga kiri gue, gue masih sempat untuk bersyukur karena gue masih bisa bangun dengan hidup penuh harapan besar―otak gue masih utuh dan telinga gue baik-baik aja meskipun nggak sebaik yang gue mau.

Gue bangun dengan ceria hari itu karena gue inget hari itu tanggal 1 Juli 2017. Hari yang sangat gue nanti-nantikan dan juga menentukan buat gue karena nasib telinga kiri gue dipertaruhkan keberlangsungan hidupnya di hari itu.

Dengan harapan besar, sebesar badannya Chouji, gue berdoa semoga dokter THT yang mau gue datangi hari ini bisa menyelesaikan masalah gue dengan mengeluarkan mayat rayap―atau kemungkinan terburuknya rayap zombie―yang udah berhari-hari lamanya menginap di dalam telinga gue.

Minggu, 02 Juli 2017

Corpus Alienum Telinga Kemasukan Benda Asing (Serangga) part I

Hai semua, sepertinya sudah lama sekali ya sejak saya terakhir kali menulis di blog ini. Kendala waktu saudara-saudara, maklum orang sibuk, hehehe.

Kali ini saya menyempatkan diri untuk berbagi cerita yang cukup tergolong unik sekaligus menyedihkan. Mengapa unik? Tentu saja unik, kalau tidak unik saya tidak akan menceritakannya kepada kalian di sini. Lalu mengapa menyedihkan? Karena cerita ini akan sedikit berhubungan dengan penyakit alay yang agak membuat saya malu sampai rasanya mau mengubur diri di bak pasir kucing saya. *uhuk*

Oke deh kita mulai saja, ya....

Sesuai judul di atas, saya akan menceritakan pengalaman saya yang terkena fenomena corpus alienum. Apaan tuh? Namanya kok seperti bahasa Latin gitu? Jujur, saya juga sebenarnya tidak tahu istilah ini sebelumnya, setelah akhirnya diberi tahu dokter dan bertanya pada mbah Google.

Corpus alienum berarti kemasukan benda asing. Entah hewan, kotoran, atau apa pun benda yang berasal dari luar dan (mungkin) membahayakan tubuh. Gue (biar gaul dikit dan mari sejenak lupakan EyD setelahnya supaya nggak kaya' kanebo baru), terdiagnosa kemasukan benda asing secara tiba-tiba tanpa sebab yang logis, guys. Kesel? Pasti. Kenapa? Ya nanti juga tau setelah baca cerita gue di bawah.

Rabu, 10 Februari 2016

Græg



Original Story by Maria Putri

Græg

Maria Putri © 2016


Jika cerita ini mainstream, garing, bikin sakit mata, hati, pikiran dan tidak sesuai dengan peraturan tertentu yang telah dibuat oleh kelompok tertentu, harap maklum bagi yang membaca karena cerita ini dibuat hanya untuk kesenangan semata tanpa unsur-unsur kesengajaan apapun.

Pokoknya...

DON'T LIKE, DON’T LOOK, DON'T READ, DON’T BASH!

Kamis, 21 Januari 2016

Hypersensitive (part II)


Selama melewati tiga kali masa bienniel, aku merasa nyaman dengan perasaanku yang mengalami dormansi.
Namun tiba-tiba kau datang di hadapanku dan mulai mengimbibisi relung hatiku.
Awalnya aku merasa biasa saat kau melepas pesona dengan giberelinmu.
Aku pun merasa tak peduli ketika kau mulai menyintesis kepedulianmu yang dapat membuatku melihat sisi lain dari dirimu lewat plumula yang kau tumbuhkan secara epigeal.

Hypersensitive


Tahukah kau?
Namamu laksana virus yang selalu memapar pada tiap bagian tubuhku.
Selalu menyerangku bagaikan bibit penyakit yang merasuki setiap jaringan darah dan jaringan limfaku.
Entah sejak kapan kau berhasil menembus membran mukosaku dengan mudahnya, membuat organ limfoidku tak berfungsi dengan semestinya.
Akhirnya aku pun mengasorpsi perasaan ini secara berlebihan.

Sabtu, 17 Maret 2012

Ketika Matahari Menjadi Awan Kelabu

Original Story by Maria Putri
Ketika Matahari Menjadi Awan Kelabu © Maria Putri

DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
.
Semua orang pasti tahu, matahari itu bulat. Semua juga tahu kalau matahari itu selalu memancarkan sinarnya dengan terang saat pagi menjelang hingga malam tiba.

Begitu pula yang kuketahui tentang matahari saat pertama kali aku melihat dan mengetahuinya di kala aku kecil. Bulat dan bersinar.

Aku tidak pernah berpikir tentang hal lain yang menyangkut pada benda bulat yang bertempat di langit sana. Kinerja otakku masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan orang-orang dewasa yang sedang duduk di balik kaca ini.